Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2017

Jelang Tabligh Akbar, NU Denpasar Nyatakan Tolak FPI Ada di Bali

Jelang Tabligh Akbar, NU Denpasar Nyatakan Tolak FPI Ada di Bali
idsiana - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Denpasar mengecam fitnah yang dilontarkan Juru Bicara FPI Munarman dalam video di Youtube. Mereka pun mengecam ucapan Munarman itu dan menolak keberadaan FPI di Bali.

Hal itu disampaikan oleh perwakilan dari PCNU Denpasar M Rifa'i dan didampingi Ketua Panitia Tabligh Akbar 'Gema Bershalawat', Choiron Ubaidillah, di Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat (20/1/2017) malam.

Tabligh Akbar yang akan diselenggarakan pada Sabtu (21/1) malam itu akan dihadiri oleh lebih dari 2.000 orang. Pengamanan acara akan dibantu oleh 25 pecalang.

"Kita lagi memantau sekaligus membantu pembuatan tenda. Yang kita lakukan ini bertujuan berdoa bersama agar kerukunan beragama di Bali terus terjalin harmonis," kata Rifa'i di lokasi persiapan.

Tabligh akbar ini diselenggarakan Majelis Rotib Miftahul Hidayah al-Hamidayah Denpasar. Acara akan dimpin oleh Habib Syekh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo, Jawa Tengah.

"Kegiatan ini sudah berkoordinasi dengan Polda Bali dan akan melibatkan pecalang," ujar Rifa'i.

Kegiatan tersebut juga akan menegaskan sikap NU di Bali yang menolak keberadaan FPI.

"Kita menolak FPI masuk Bali. Menolak tegas tindakan FPI yang cenderung melakukan tindakan kekerasan, upaya intoleransi dan memecahbelah kebhinnekaan Indonesia," ucap Rifa'i.

"Kita meminta FPI untuk tidak ikut campur kerukunan antar-umat beragama yang sudah terjalin baik dan harmonis di Bali," tambahnya.

Video yang dimaksud berjudul 'FPI Datangi & Tegur Kompas Terkait Framing Berita Anti Syariat', yang diunggah pada 17 Juni 2016 oleh Markaz Syariah. Munarman dalam video itu menuding pecalang melarang salat Jumat dan melempari rumah warga. Video ini yang menjadi salah satu barang bukti pelaporan Munarman di Polda Bali. (detikcom)

Jumat, 20 Januari 2017

Ormas Islam Protes! Desak Polisi Batalkan Festival Masakan Babi di Semarang

Ormas Islam Protes! Desak Polisi Batalkan Festival Masakan Babi di Semarang
idsiana - Organisasi Massa Pemuda Muhammadiyah, Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Gema Pembebasan dan ormas-ormas Islam lainnya mendatangi Polrestabes Semarang usai sholat Jumat (20/1). Tujuannya adalah melakukan audiensi tentang penyelenggaraan pork festival atau festival masakan Babi yang digelar di Semarang menjelang perayaan Imlek.

“Besok siang bakda Jumat Pemuda Muhammadiyah, HMI dan ormas Islam lainnya akan ke Polrestabes untuk audiensi atau menyampaikan aspirasi Umat Islam. Acara audiensi dilanjutkan ke Balaikota,” kata Pimpinan Pemuda Muhammadiyah Semarang, Sri Mulyadi, Jumat (20/1).

Adapun tuntutan Ormas Islam antara lain :

1. Penggagalan pork festival atau pembatalan festival masakan Babi.

2. Mendesak Komunitas kuliner semarang supaya menghargai Semarang sebagai kota relijius.

3. Meminta pihak kepolisian tidak gampang memberikan izin untuk kegiatan-kegiatan yang berpotensi menimbulkan gejolak di masyarakat seperti festival masakan Babi yang mengganggu aqidah Umat Islam.

4. Walikota semarang harus konsekuen dan konsisten menjaga kota Semarang sebagai kota relijius.

Seperti diketahui Menyambut Tahun Baru China 2568 Imlek atau 2017 Masehi, komunitas pencinta kuliner Kota Semarang atau yang akrab disapa Brotherfood Kuliner Semarang, kembali menggelar festival makanan olahan daging babi atau Pork Festival. Seperti halnya tahun lalu, festival ini juga akan digelar di Mall Sri Ratu di Jl. Pemuda, Semarang.

Ketua Brotherfood Semarang yang juga salah satu panitia Pork Festival, Firdaus Adi Nugroho, memastikan festival makanan olahan daging babi kali ini bakal berlangsung lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan selain digelar lebih lama, yakni selama sepekan, 23-29 Januari 2017, menu yang disajikan juga lebih banyak. “Kalau tahun lalu kita hanya menyediakan 20 stand kuliner makanan olahan daging babi, kali ini lebih banyak, yakni 30 stand. Ke-30 stand ini akan menampilkan berbagai kreasi olahan daging babi, mulai dari Kebab Babi, Garang Asem Iga Babi, Kare Babi, dan masih banyak lagi,” kata Firdaus.

Firdaus Adinegoro, menyampaikan melalui Grup FB Kuliner Semarang, bahwa seperti pada judulnya, yang diperbolehkan untuk menikmati dipersilakan untuk datang dan menikmati dan men-share kegiatan tersebut. Dan kepada teman-teman Muslim yang tidak boleh makan/mencicipi, diharapkan tidak datang ke lokasi festival, demi mengantisipasi protes dari kaum intoleran, namun diperkenankan juga untuk men-share kegiatan ini, sebagai wujud kebhinekaan dan keberagaman Kota Semarang.

Festival tersebut dinilai akan menimbulkan ketidaknyamanan dan keresahan bagi umat Islam. "acara yang rencanannya bakal digelar pada tanggal 23-29 Januari mendatang itu sebaiknya dibatalkan saja. Ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat masyarakat saat ini mudah terprovokasi," kata Ketua Gema Pembebasan, orgnisasi yang memiliki hubungan dekat dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Daerah Semarang Gandha Yugo Prasetyo.

Ia menyatakan acara itu bisa disejajarkan dengan pembukaan tempat prostitusi (pelacuran) dalam jangka waktu tertentu. Pasalnya makan babi dan berzina sama-sama haram dalam Islam. Apalagi, pusat perbelanjaan Sri Ratu yang menjadi lokasi acara berada di kawasan dengan mayoritas penduduknya Muslim. “Akan ada banyak umat Islam yang akan melihat acara festival tersebut. Bagi muslim yang imannya lemah ada kemungkinan dia melanggar aturan Allah SWT. Kami menjaga kondisi agar aqidah umat Islam terjaga dari ulah orang-orang Kafir,” ujarnya. (Netralitas)

Kamis, 19 Januari 2017

Banser Jatim Siap Bersama TNI Hadapi Ormas Anti-Pancasila

Banser Jatim Siap Bersama TNI Hadapi Ormas Anti-Pancasila
idsiana - Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur menyatakan siap bersama Tentara Nasional Indonesia menghadapi gerakan radikalisme dan ormas anti-Pancasila.

"Banser Jatim siap dan akan bersama TNI menghadapi ormas yang bertentangan dengan ideologi Pancasila," ujar Kasatkorwil Banser Jatim Abid Umar di sela memimpin rapat Persiapan Pemantapan Banser Jatim 2017 di Surabaya, Selasa.

Selain itu, pihaknya mengaku berkomitmen mendukung langkah TNI menghadapi gerakan radikalisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selaku pemimpin Banser Jatim, ia menginstruksikan kepada seluruh kader Banser untuk selalu siap menghadapi ormas yang mengancam keutuhan NKRI serta menekan bibit kebencian yang disebarkan oleh pihak-pihak perusak harmoni kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

"Keluarga besar Banser lahir batin setia bahwa Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 adalah harga mati dan keputusan final," ucapnya.

Menurut dia, gejolak belakangan ini menjadi perang opini bernada kebencian di media sosial telah berpengaruh besar dalam mengubah pola pikir masyarakat Indonesia, padahal budaya Indonesia adalah santun dan damai.

Karena itulah, kata dia, pihaknya akan mengantisipasi dan Banser sudah Ikrar Setia bersama TNI-Polri untuk menjaga keutuhan dan kedamaian NKRI lahir maupun batin.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI siap menghadapi ormas yang gerakannya bertentangan dengan Pancasila dan radikalisme. (Antara)

Rabu, 18 Januari 2017

Tanggapan Ridwan Kamil Atas Pemberitaan Negatif Bonbin Bandung

Tanggapan Ridwan Kamil Atas Pemberitaan Negatif Bonbin Bandung


Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kecewa atas munculnya pemberitaan negatif terkait Kebun Binatang Bandung. Pria yang karib disapa Emil itu meminta Kementerian Lingkungan Hidup turun tangan.

"Sudah berulang kali disampaikan, Bonbin ini milik pribadi swasta, kita tidak punya kapasitas. Untuk surat keberatan saya sudah kirim ke Kemen LH tahun lalu. Pressure-nya ke kementrian karena mereka yang bisa menutup," ujar Emil di Rumah Dinasnya Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalemkaum, Rabu (18/1/2017).

Kepada pengelola, Emil meminta untuk bereaksi lebih baik dalam mengelola Kebon Binatang Bandung. Pihaknya juga akan kembali menegur pengelola.

"Saya hanya bisa menegur. Akan kirimi surat lagi yang isinya bahwa anda (pengelola Bonbin) mengelola dengan buruk. Kini ada berita lagi mohon pertanggungjawabannya," ungkapnya.

Selaku pimpinan tertinggi di Kota Bandung, Emil merasa Bonbin Bandung kerap membuat citra Kota Bandung menjadi buruk.

"Saya posisi hari ini prihatin dan kecewa terharap cara mengelola. Bonbin ini selalu membawa nama buruk Bandung ke dunia internasional. Saya sudah berupaya untuk membantu mencarikan investor, carikan lahan, kita buat lebih hewani, tapi kan respon pengelola seperti itu," tegasnya.

Kondisi beruang madu di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung disorot media dan aktivis perlindungan hewan internasional. Pengelola Bonbin Bandung membantah tak mengurus beruang tersebut.

"Mereka bisa saja seperti Anda lihat kurus. Pendapat orang berbeda. Namanya satwa dikasih makan pasti ditangkap. Dilarang memberikan makanan," kata Humas Bonbin Bandung Sudaryo saat ditemui di kantornya, Jl Tamansari, Bandung hari ini.
(avn/idh)

DetikNews

Senin, 16 Januari 2017

Cabe Mahal, Beli Rujak Dibatasi 3 Cabai, Mau Pedas Bawa Cabai Sendiri

Cabe Mahal, Beli Rujak Dibatasi 3 Cabai, Mau Pedas Bawa Cabai Sendiri
Ilustrasi

Rujak ulek bagi sebagian orang akan sangat nikmat jika disajikan dengan pedas yang menyengat lidah. Tidak sedikit penikmat rujak minta bumbu dengan porsi puluhan cabai.

Menik (52) pedagang rujak di Perumahan Karanglo Indah Kota Malang mengungkapkan, beberapa pelanggannya terbiasa meminta menu sangat pedas. Pelanggan ada yang meminta bumbu dengan 13 cabai, 17 cabai bahkan 21 cabai.

"cabainya sedang mahal, tetapi tetap minta bumbu pedas," kata Menik di kiosnya, Kamis (12/1) seperti diberitakan merdeka.com.


Saat suasana harga cabai sedang mahal harus membatasi jumlah cabai di setiap porsi. Satu porsi rujak ulek secara normal disediakan tiga buah cabai.

Jika pelanggannya minta lebih banyak, harus menambah cabai sendiri, atau harga jual rujak ditambah biaya harga cabai tambahan. Harga rujak ulek setiap porsi Rp 10 ribu, ditambah harga cabainya.

"Kalau tambah lima biji harganya tambah seribu rupiah, 10 biji harganya ditambah dua ribu rupiah, dan seterusnya," katanya.

Harga cabai, kata Menik hingga saat ini masih mahal dan berdampak pada pedagang seperti dirinya. Terakhir, dirinya membeli dengan harga Rp 100 ribu per kilogram. Tetapi untuk kebutuhannya cukup membeli setengah kilogram saja.

Menik mengatakan, tidak hanya harga cabai yang dirasakan terlalu tinggi, tetapi sayur-sayuran juga. Biasanya untuk kebutuhan cabai dan sayuran hanya butuh Rp 300 ribu, tetapi saat ini sudah tidak cukup lagi.

Kondisi serupa juga disampaikan Eka Rachmawati, warung penjual makanan di Jalan Sultan Agung. Harga cabai saat ini masih dalam kisaran harga Rp 95 per kilogram.

"Otomatis berpengaruh pada keuntungan, hingga saat ini tetap mahal, masih Rp 95 per kilogram," katanya.