Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

Wah Ternyata Izin Ormas GMBI Kota Tasik Kedaluwarsa Sejak November 2016


Foto Kantor pusat GMBI di Jalan Dalem Kaum, Bandung. : TEMPO/Prima Mulia

Kepala Kesatuan Kebangsaan dan Politik (Kesbangpol) Pemkot Tasik Deny Diyana menyebut izin ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) sudah habis masa berlakunya saat ini. Sebab izin mereka hanya berlaku sampai 30 Oktober 2016.

Denny mengatakan akan menindaklanjuti kedaluwarsa izin dengan melakukan pemanggilan terhadap pengurus GMBI Kota Tasik. Berdasarkan mekanisme ormas lewat Undang-Undang no 17 tahun 2013 menyebut tak bisa dilakukan pembubaran secara langsung. Perlu pendekatan persuasif dan teguran sebelum menempuh opsi pembubaran. Langkah pembubaran pun hanya bisa dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM lantaran Kesbangpol hanya bisa membekukan saja.

"Kami berkewajiban pendekatan persuasif dan teguran secara tertulis. Kami akan panggil (GMBI Kota Tasik). Pembubaran bukan di wilayah kami tapi Kemenkumham namun kita hanya bisa sampai pembekuan ormas," katanya pada wartawan, Senin (16/1).

Ke depannya, ia menjanjikan akan memberi teguran tertulis ke GMBI untuk mengurus perizinan mereka. Jika teguran itu diindahkan maka akan diteruskan dengan teguran kedua dan ketiga. "Masing-masing teguran berlaku satu bulan sejak tanggal terbit, berarti ada waktu tiga bulan lagi buat mereka," ujarnya.

Di sisi lain, meski tak berizin, pihak Kesbangpol tak bisa melarang kegiatan GMBI di kota Tasik jika hendak berkumpul. Sebab, kebebasan berkumpul dan berserikat sudah diatur oleh konstitusi. "Dalam UUD 1945 disebutkan soal kebebasan berkumpul dan berserikat, jadi kami tak bisa melarang mereka berkumpul walau tak lagi berizin ormasnya," ucapnya.

Republika

Masya Allah, Narapidana Cina ini Masuk Islam karena Perlakukan Baik Polisi

Masya Allah, Narapidana Cina ini Masuk Islam karena Perlakukan Baik Polisi
Foto Ilustrasi, Muslim Cina : Mualaf-dunia

Seorang narapidana berkebangsaan Cina yang ditahan di kantor Polisi Al Qusais Dubai masuk Islam. Ia masuk Islam karena perlakuan dan pelayanan yang diberikan petugas polisi setempat.

Narapidana tersebut mengaku, perlakukan yang baik dari petugas polisi membuat dirinya ingin mengenal dan memeluk agama yang penuh cinta kasih. Setelah itu petugas polisi memberikan penjelasan tentang Islam. Kemudian, memberi buku-buku agama dari perpustakaan di kantor polisi.

Direktur Kantor Polisi Al Qusais Kolonel Yusuf Aladede mengatakan, para tahanan diperlakukan dengan baik oleh para petugas polisi. Narapidana yang ingin memeluk Islam tersebut diberi selebaran tulisan dalam bahasa Cina yang menjelaskan tentang kedamaian di dalam Islam.

Narapidana tersebut juga diberi terjemahan Alquran dalam bahasa Cina. "Dia masuk Islam setelah sepenuhnya yakin kepada ajaran Islam, mengenal tentang kemanusiaan menurut Islam," kata Kolonel Aladede, dilansir dari Khaleej Times, Ahad (15/1).

Kolonel Aladede, Mayor Abdullah Rashid Alhvit, Mayor Ahmed Gharib dan Sheikh Saud Ahmed Aziz Rahman hadir menyaksikan narapidana berkebangsaan Cina tersebut memeluk Islam. Kolonel Aladede menegaskan, pihaknya sangat menekankan kepada semua petugas polisi agar memperlakukan tahanan dengan baik.

Menurut dia, perlakukan yang baik akan mengubah perilaku buruk para tahanan. Diharapkan mereka dapat kembali ke jalan yang benar setelah mendapatkan perlakukan yang baik.

Republika

Rabu, 11 Januari 2017

Taruna STIP Jakarta Tewas Dipukul Seniornya Mulai dari Dada, Perut, dan Ulu Hatinya

Taruna STIP Jakarta Tewas Dipukul Seniornya Mulai dari Dada, Perut, dan Ulu Hatinya
idsiana - Amirulloh Adityas Putra (18), yang merupakan taruna tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), tewas akibat mengalami tindak kekerasan dari sejumlah seniornya.

Peristiwa itu terjadi di Kampus STIP Lantai II Gedung Dormitory Ring 4 Kamar M205, Jln Marunda Marunda Makmur, Cilincing,Jakarta Utara, Selasa (10/1/2017).

Korban yang merupakan warga Jalan Warakas III Gang 16 RT 07/014 Kelurahan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, dipukul pada bagian dada, perut hingga ke ulu hati‎ sampai korban tewas, oleh kakak seniornya di tingkat II.

"Kami serahkan semuanya terkait dengan kasus ini ke pihak yang berwajib, dan kami sekarang belum bisa diwawancarai. Nanti ya. Terima kasih atas atensinya," ujar Kepala Humas STIP Nancy saat diwawancarai, Rabu (11/1/2017).

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Cilincing AKP Andre‎ Soeharto membenarkan adanya kejadian tersebut.

Korban yang akrab disapa Amir tewas setelah mendapat perilaku kasar oleh sejumlah senior di tingkat II, di sekolahnya. Kata Andre, korban terluka di bagian dada, perut, dan ulu hatinya.

"Korban dipukul oleh empat orang seniornya yang di tingkat II. Korban mendapat kekerasan fisik dari keempat seniornya dengan pemukulan‎ tangan kosong. Korban pun tewas saat dilarikan ke dokter di sekolah tersebut. Sampai saat ini, kami masih menyelidiki dulu apa motifnya," ungkap Andre. (Tribun)